![]() |
|||||||
| Pemrakarsa | Pendukung | Foto | Artikel | Links | Tujuan | Contact us |
|
BERITA |
|||||||
|
|||||||
BERITAEdisi 18 Maret 2010
Panglima TNI Kendalikan Pengamanan ObamaJAKARTA—Pengamanan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan dikendalikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. Menurut Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, pengendalian pengamanan Presiden Obama, yang akan berkunjung pada akhir Maret ini, sesuai dengan mekanisme dan prosedur kunjungan tamu negara lainnya. ”Tidak ada dualisme kendali,” ujar Sjafrie di kantornya kemarin. Perihal pengamanan melekat oleh Secret Service untuk Obama, menurut Sjafrie, itu bukan hal yang luar biasa. Pengamanan khusus dari negara asal tamu negara memang selalu ada. Tapi pengamanan itu hanya bersifat penguatan dan tetap di bawah kendali operasional, yakni Panglima TNI. Sjafrie mengakui adanya kerawanan menjelang kunjungan Obama. Indikasi kerawanan ini didasari temuan Intelijen TNI. Kendati demikian, menurut Sjafrie, kerawanan itu masih berskala rendah dan bisa dicegah. ”Kesimpulannya, kerawanan itu tidak punya pengaruh pada kunjungan Obama.” Jadwal kunjungan Obama beberapa kali mundur. Kabar terakhir, Obama rencananya berkunjung ke Indonesia pada 23-25 Maret. Tapi beberapa elemen masyarakat, seperti Hizbut Tahrir Indonesia, Liga Nasional Mahasiswa untuk Demokrasi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI, Petisi 28, Institut Global Justice, dan Komisi Lingkungan Hidup, menolak kunjungan Obama. Menurut mereka, Obama telah memerangi umat Islam di beberapa negara, seperti di Irak, Afganistan, dan Somalia. Sjafrie berpendapat, penolakan oleh elemen masyarakat itu merupakan hal wajar. Pemerintah pun tidak menganggap penolakan itu sebagai ancaman. “Ancaman memiliki tingkatan masing-masing, dan penolakan itu bukan sebuah ancaman,” katanya. Di tempat terpisah, penggagas dan koordinator nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), Damien Dematra, menggelar diskusi “Novel Obama Anak Menteng” di Taman Ismail Marzuki. Diskusi membahas pluralisme di Indonesia. GPP merupakan gerakan bervisi menciptakan kesadaran terhadap pluralisme dalam masyarakat. | CORNILA DESYANA | ASWIDITIYO NEDWIKA |
|||||||
|
VIVA NEWS
Pluralisme Obama Mulai Dicontoh Indonesia |
|||||||
|
DETIK.COMKamis, 18/03/2010 00:37 WIB |
|||||||
|
HARIAN GLOBAL
Pluralisme dan Tuan Obama |
|||||||
|
TRIBUNE NEWS .COM
Diskusi Obama dan Pluralisme |
|||||||
|
|
|||||||